Mengenang Kembali Steam Machine, Konsol Game Buatan Steam Yang Gagal

Mengenang Kembali Steam Machine, Konsol Game Buatan Steam Yang Gagal
Facebooktwittermail

Mengenang Kembali Steam Machine, Konsol Game Buatan Steam Yang Gagal – Bagi kalian yang sudah lama mengikuti berita perkembangan seputar teknologi dan video games pasti sudah tidak asing dengan nama Steam Machine kan? Ya konsol game buatan Valve ini diluncurkan pada tanggal 10 November 2015 kemarin. Konsol keluaran Valve ini terbilang unik karena konsepnya yang meyatakan bahwa konsol ini adalah konsol PC Hybrid, yang artinya konsol tersebut pada dasarnya hanyalah sebuah PC yang dihubungkan ke TV dengan menjalankan Steam Big Picture Mode.

Bagi kalian yang baru mengikuti berita seputar teknologi dan video games dan penasaran tentang konsol buatan Valve ini, tenang saja PGID akan kupas tentang konsol yang satu ini.

 

Apa itu Steam Machine?

Mengenang Kembali Steam Machine, Konsol Game Buatan Steam Yang Gagal

Sebelum kita kupas lebih dalam ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu Steam Machine? Steam Machine sendiri merupakan konsol PC Hybrid yang diusung oleh Valve. Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya konsol satu ini terbilang unik dalam konsepnya karena pada dasarnya konsol satu ini hanyalah sebuah PC gaming dengan tampilan yang memang menyerupai konsol. Tentu saja karena pada dasarnya konsol ini adalah sebuah PC kalian dapat men-upgrade komponen hardware pada Steam Machine kalian meskipun terbatas terutama pada bagian GPU, hal ini jelas bertentangan dengan konsep konsol yang ada di pasaran, karena pada dasarnya konsol game dibuat agar pemain dapat duduk dan langsung memainkan game – game mereka di TV tanpa perlu mengalami lag dan konfigurasi hardware dan software. Selain itu mengapa harus beli Steam Machine jika kalian bisa membeli PC dengan hampir keseluruhan komponenya dapat di upgrade?

 

PC Console Hybrid?

Mengenang Kembali Steam Machine, Konsol Game Buatan Steam Yang Gagal

Ya, konsep steam machine memang mengusung hal tersebut. Karena pada dasarnya konsol ini memang sebuah PC hanya saja hadir dengan casing mini ITX agar memiliki body yang ramping meyerupai konsol. Meskipun konsol ini adalah besutan Valve namun Valve sendiri tidak secara langsung terlibat dalam pembuatan hardware untuk konsol ini, karena hal tersebut sudah di tangani oleh pihak ketiga yang membuat dan mengeluarkan steam machine ini. Valve sendiri hanya terlibat membuat controller yang didesain khusus untuk para “Steam Machine” gamer yang ingin memainkan game – game pada PC console hybrid milik mereka dengan Steam Big Picture Mode dan menggunakan Steam Controller serta duduk di depan TV.

 

Hardware

Mengenang Kembali Steam Machine, Konsol Game Buatan Steam Yang Gagal

Jika kita lihat dari hardware, konsol ini menggunakan hardware – hardware yang sudah ada pada PC rakitan yang ada, apabila kamu mengikuti perkembangan berita seputar teknologi dan video games pada tahun 2015 lalu saat peluncuran Steam Machine ini, dapat kita lihat bahwa konsol ini ada yang menggunakan prosesor Intel maupun AMD dan juga GPU AMD maupun NVIDIA.

Mengenang Kembali Steam Machine, Konsol Game Buatan Steam Yang Gagal

Tentu pada saat itu Valve meluncurkan Steam Controller agar nantinya game – game PC yang tidak bisa di mainkan dengan controller dapat kita mainkan dengan Steam Controller, karena Steam Controller ini dapat menerjemahkan input mouse dan keyboard menjadi input pada controller.

Tidak hanya itu Valve juga mengeluarkan Steam Link. Steam Link sendiri adalah hardware buatan Valve yang dapat melakukan streaming dari PC kita dan ditampilkan di layar TV. Jadi apabila kamu memiliki PC dan PC mu itu tergolong berat apabila dipindahkan agar bersebelahan dengan TV, Steam Link inilah yang jadi solusi agar kamu dapat melakukan streaming dari PC mu yang berada di kamar, ke layar TV yang ada di ruang keluargamu. Dan setelah itu kamu sudah bisa memainkan game dari PC ke layar TV mu dengan tampilan Big Picture Mode dari Steam yang membuat tampilan PC mu serasa konsol, tanpa ribet memindahkan PC mu ke ruang tamu. Gambar dibawah merupakan gambar dari Steam Link.

Mengenang Kembali Steam Machine, Konsol Game Buatan Steam Yang Gagal

 

 

Software

Mengenang Kembali Steam Machine, Konsol Game Buatan Steam Yang Gagal

Bicara mengenai hardware tidak bisa lepas pula dari software, tentu saja karena PC mu tidak dapat berjalan apabila tidak ada software ya kan? Dalam sisi software konsol Steam Machine ini tetap menggunakan Steam sebagai launcher utama untuk gamenya, hanya saja tampilan Steam bisa kita kontrol menggunakan controller milik kita dan Steam Controller. Kalian pasti penasaran Operating System macam apa yang terinstall di Steam Machine ini kan? Jika PS4 hadir dengan Orbis OS, dan Xbox One dengan kustom OS turunan Windows, maka Steam Machine ini menggunakan Linux. Linux? Ya kalian tidak salah dengar karena pada konsep awal hadirnya Steam Machine ini, memang ditujukan untuk Linux gaming atau gaming dengan menggunakan OS Linux. Namun karena pada saat itu Linux masih terbatas dalam performa gaming ada beberapa Steam Machine yang masih tetap menggunakan Windows sebagai Operating System default untuk Steam Machine buatan mereka. Sebagai contoh Dell dengan Steam Machine Alienware milik mereka tetap hadir dengan Windows, selain itu saat Boot Screen kita dapat menggunakan controller untuk memilih apakah kita ingin masuk ke Steam Big Picture atau desktop Windows biasa pada saat itu. Tampilan inovatif yang diusung oleh Dell ini dinamakan Alpha UI.

Mengenang Kembali Steam Machine, Konsol Game Buatan Steam Yang Gagal

 

Linux Gaming?

Mengenang Kembali Steam Machine, Konsol Game Buatan Steam Yang Gagal

Memang benar apabila Steam Machine ini menggunakan Linux sebagai operating system bawaan mereka, pada tahun 2015 dan 2016 linux masih belum mumpuni dalam masalah gaming, oleh sebab itu Valve mulai membangun Linux sebagai platform utama dalam gaming. Hal ini diperkuat saat tahun 2012 lalu Gabe Newell atau yang kita kenal dengan panggilan Lord Gaben mengatakan bahwa Windows 8 adalah bencana, karena menurut Gaben sendiri Windows saat itu sudah tidak cocok untuk melakukan aktivitas gaming ria, meski tidak dijelaskan mengapa. Menurut kami, mengapa Gaben mengatakan hal tersebut pada windows 8? karena windows kala itu masih melakukan background process dari aplikasi, yang membuat resource dari hardware sebagian termakan untuk background process dari aplikasi tersebut, meskipun hal ini masih terjadi pada Windows 10 Sekarang.

Dan mungkin karena hal inilah lord Gaben berpikir bahwa windows sudah tidak cocok untuk gaming dan melihat Linux sebagai operating system gaming masa depan karena linux tidak menyimpan background process aplikasi seperti windows, mungkin saja hal ini dilihat Gaben sebagai peningkatan performa untuk gaming. Bahkan Valve sendiri sampai melakukan porting pada game – game terlaris buatan mereka seperti Dota 2 dan CS:GO ke Linux.

Dan bicara soal Linux tentunya Valve sudah bekerja keras untuk menghadirkan Distro Linux gaming buatan mereka sendiri yang dinamakan Steam OS, yang hingga artikel ini dibuat masih dalam masa BETA dan belum rilis versi finalnya. Jadi nantinya Steam OS ini akan melakukan direct boot ke Steam Big Picture Mode agar pengalaman gaming pada konsol benar – benar terasa di PC. Steam OS sendiri merupakan distro Linux turunan Debian, namun masih sangat disayangkan sebab OS ini masih dalam tahap BETA yang berarti masih banyak bug apabila kita menggunakanya, tidak hanya itu untuk melakukan installasi Steam OS ini masih benar – benar sulit dibandingkan kita menginstall distro Linux lain seperti Manjaro ataupun Ubuntu. Bahkan untuk menjalankan OS ini dibutuhkan hardware PC high-end yang cukup mumpuni, dan tidak bisa untuk hardware “PC Kentang” jelas hal ini sangat berbeda dari Distro Linux pada umumnya yang masih dapat dijalankan pada “PC Kentang”.

 

Game Eksklusif

Mengenang Kembali Steam Machine, Konsol Game Buatan Steam Yang Gagal

Jika kita bicara mengenai konsol tidak lepas dari kata eksklusifitas, jangan harap menemui kata eksklusif pada Steam Machine apalagi jika Steam Machine yang kita miliki menjalankan Linux, karena begitu susahnya menemukan game AAA terbaik di Windows pada platform ini, dan pada saat itu sendiri game AAA terbaik yang hadir ke platform linux hanyalah Shadow of Mordor, itupun hanya porting dari versi Windows. Hal ini sendiri menjadi ironi karena game ini hanya berjalan optimal di Linux Ubuntu, dan SteamOS kala itu masih memiliki masalah performa pada game – game yang di jalankan pada Distro Linux Buatan Valve Tersebut.

 

Daftar Konsol

Mengenang Kembali Steam Machine, Konsol Game Buatan Steam Yang Gagal

Dari beberapa sumber yang kami dapatkan terdapat setidak nya 7 konsol yang hadir dalam format Steam Machine yang masih dijual hingga kini.

  • Syber Steam Machine (SteamOS)
  • Zotac NEN Steam Machine (SteamOS)
  • Maingear Drift (Windows 10, SteamOS)
  • net Steam Machine (SteamOS)
  • Scan 3XS ST Steam Machine (SteamOS)
  • Alienware Alpha (Windows 10)
  • Origin Omega (Windows 10)

Hardware diatas sendiri masih dijual di Amerika Serikat dan nampaknya tidak akan sampai ke Indonesia. Selain itu ada beberapa lini konsol yang sudah tidak di lanjutkan dan bahkan ada kabar bahwa akan hadir nantinya berikut daftar konsol tersebut:

  • Asus GR8S (Tidak dilanjutkan)
  • iBuyPower SBX (Tidak dilanjutkan)
  • Digital Storm Eclipse Steam Machine (coming soon)
  • Alternate Steam Machine (Coming soon)
  • Webhallen S15-01 (Coming soon)
  • Next Spa NextBox (Coming soon)
  • Gigabyte Brix Pro (Batal)
  • Falcon Northwest Tiki (Batal)

Meski beberapa konsol ini batal, tidak dilanjutkan bahkan tidak masuk ke Indonesia, kalian masih dapat membeli hardware unik buatan Valve lainya seperti Steam Controller dan Steam Link.

 

VR?

Mengenang Kembali Steam Machine, Konsol Game Buatan Steam Yang Gagal

Valve sendiri sempat mengembangkan VR buatan mereka yang dinamai SteamVR yang rencanannya akan hadir bersama dengan Steam Machine. Valve sendiri sempat melakukan kerjasama daengan HTC untuk membangun Vive SteamVR. SteamVR dibuat untuk menyaingi VR buatan Oculus agar Oculus tidak berkuasa dan membangun monopoli pada pasar VR.

 

Mengapa Gagal?

Dari awal kegagalan ini sudah tampak pada masalah software yang ada, kegagalan datang bukan dari Steam sebagai platform digital gaming, melainkan datang dari Linux. Mengapa Linux? Memang pada awalnya Valve memilih Linux sebagai platform gaming utama mereka namun Valve hingga sekarang masih terkendala masalah optimasi dari game – game yang di porting ke Linux, hal ini membuat game – game yang berjalan di Linux tidak mendapatkan skor yang sesuai saat di jalankan di Windows, meski dengan Hardware yang sama. Terlebih game – game di Linux saat itu masih terbilang sedikit. Selain itu pengguna Linux terkadang mendapat bug yang cukup serius dan menyita waktu yang cukup banyak untuk memperbaiki bug tersebut. Apalagi kita sebagai orang yang hanya ingin duduk dan langsung memainkan game tanpa memperbaiki bug – bug yang cukup merepotkan kita, terlebih lagi Steam OS yang masih dalam masa BETA hingga artikel ini dibuat. Tentu saja sebagai pengguna Linux, pasti sangat menyenangkan rasanya apabila game AAA terbaik datang ke Linux nantinya.

Selain masalah tersebut, harga dari Steam Machine yang dijual terbilang cukup mahal. Bahkan kita masih dapat membangun PC rakitan dengan menyesuaikan budget yang ada serta dapat memainkan game dengan lancar, PC mu ingin tampilannya seperti konsol? Gunakan saja Steam Big Picture Mode.

JIka kamu ingin membuat “Steam Machine” buatan mu sendiri kamu juga bisa menginstall Steam OS ke PC kamu, namun tentu saja seperti yang sudah dikatakan sebelumnya kamu harus punya hardware yang mumpuni untuk menjalankan SteamOS, namun kamu harus terlebih dahulu paham Linux untuk melakukan hal tersebut, sebab untuk menginstall SteamOS terbilang lumayan susah apabila kamu belum paham mengenai Linux.

Valve sendiri seperti tidak punya pilihan untuk memilih Linux sebagai platform utama Steam Machine, karena hanya Linux yang dapat memberikan akses untuk membuat sesuatu yang ingin mereka buat dengan langkah dari mereka tanpa harus memberikan jawaban ke Microsoft. Namun disisi lain hal ini dipandang sebagai langkah yang terkesan politis daripada sebuah pertimbangan.

 

Jawaban Akhir

Meskipun Valve terbilang gagal dengan proyek Steam Machine yang mereka buat, namun ada kabar baik bagi kita terutama para pengguna Linux, hingga kini Valve masih belum menyerah terhadap SteamOS dan Linux Gaming bahkan Valve mengundang orang – orang yang bergerak dibalik Vulkan graphics API. Selain itu Valve kini telah meluncurkan fitur Proton Play pada Steam Linux yang memungkinkan gamer memainkan game – game Windows di Linux secara native berkat dukungan teknologi Wine di dalamnya. Jelas hal ini membawa masa depan yang cerah bagi gamer Linux nantiinya.

Apabila kamu masih penasaran terhadap informasi seputar Valve, Steam dan Linux Gaming, pantengin terus artikel – artikel di Portal Gaming Indonesia yah…

 

Sumber: Portal Gaming Indonesia

SHARE

Mengenang Kembali Steam Machine, Konsol Game Buatan Steam Yang Gagal

MENU